Sabtu, 17 Desember 2016

Rainbow of Love Part 5

Waktu yang sangat lama berlalu setelah Tour, Reika yang masih tidak berdaya di kasurnya, telah lama koma.
Senyuman manismu dikala menyambut pagi terlalu sayang bila tanpa tujuan, lebih baik ditujukan untukku.
Cara yang paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu.
 ‘’Pagi adalah sebuah berkah yang indah. Tak masalah cerah atau mendung. Karena pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut dengan kehidupan.’’
SHHHHH. Suara angin yang menyemangati pagi. Tanpa sadar membangunkan tubuh mungil itu, mata nya yang indah mulai menunjukan dirinya, dia yang mulai bingung melihat sekitar. Mulai mengingat kembali apa yang telah terjadi sebelumnya, mulai membangunkan tubuhnya dengan perlahan, sambil memegang kepalanya, di ruangan penuh putih ini. Kepala nya sangat pusing, perlahan melihat seseorang yang telah menunggunya.
‘’Ikuta?’’
Ikuta yang tertidur pulas di sebelah kasur Reika, masih setia menunggu Reika sadar dari tidurnya, dengan posisi tangan sebagai bantal, dan hanya menggunakan kursi  yang disediakan, ditemani buku novel yang menemani nya sebelum ia tidur pulas.
Reika pun mulai menatapnya.
Perlahan tangannya mulai bergerak dan mendekati rambut Ikuta..
Reika mulai mengusap pelan rambut nya dan tersenyum kecil.
Ikuta merasakan adanya kehangatan di rambutnya, Ikuta dengan cepat memegang tangan yang masih berada di rambut nya. Ikuta mendongak ke Reika.
Ikuta memeluk erat Reika, betapa rindu nya dia, senyum, tingkah laku, kelucuan Reika. Semua dari Reika yang telah hilang dalam waktu yang lama, Ikuta hanya bisa bersabar selama ini. Menunggu reika bukan lah waktu yang cepat.
Reika membalas pelukan hangat Ikuta, kemudian melepaskan nya..
Melihat sekeliling..
Terdapat banyak bunga yang tertata rapi di vas, sangat banyak rangkaian bunga di meja.
‘’Itu dari siapa?’’ Reika menunjuk

Ikuta terpaku

‘’Wakatsuki, Wakatsuki yang memberikan semua itu, dia ingin masuk ke ruangan ini untuk menjenguk mu, tetapi dia tidak mau selama aku masih disini menemanimu’’
Tidak memperdulikan yang disampaikan Ikuta
Dia bergegas melepaskan selimut dari tubuhnya, melepaskan infus dari tubuhnya, Reika berlari menuju luar ruangan.
‘’Reika!!’’
CEKLEKKK
BRANGGGG
Suara pintu yang sangat keras


Di sisi lain
Waka yang berada di taman rumah sakit, melihat seorang anak kecil dengan topi yang menutupi seluruh bagian atas kepala nya, yang menutupi bahwa rambutnya sudah habis karena penyakit  yang di deritanya saat ini, kesusahan mengambil layangan yang nyangkut di atas pohon. Waka tersenyum dan menepok bahu anak kecil tersebut, dia memanjat pohon. Tidak peduli dilihat orang sekitar.
‘’Ini punyamu kan?’’
Anak kecil tersebut mengangguk pelan, waka turun dari pohon dan memberikan kembali layangan tersebut.
‘’Jangan sampai nyangkut lagi ya’’ waka mengusap kepala anak tersebut.
Reika yang berlari sangat cepat, dan menerobos semua suster yang mencegatnya, dia berdiri di depan pintu menuju taman.
Reika sudah tidak bisa menahan ke egoisan nya lebih lama lagi. Dia berlari menuju Waka dan memeluknya. Waka yang terkejut pun tidak percaya.
‘’Re—Reika?? Kamu gapapa??’’
Dia tidak menghiraukan pertanyaan Waka dan terus memeluk Waka dengan erat.
Waka pun membalas pelukan Reika.


CKKITTT. BAMMMMM
Shiraishi yang baru saja turun dari mobil nya segera menuju ruangan reika. Tapi yang ditemukannya hanya Ikuta. ‘’Ikuta, dimana mereka?’’
Ikuta hanya terdiam
‘’Ikuta, dimana mereka?’’ sambil memegang bahu Ikuta.
Ikuta langsung memeluk Shiraishi untuk menenangkan nya, Shiraishi pun menangis karena dia tau apa arti dari pelukan Ikuta,

‘’Reika……’’ perlahan melepaskan pelukan Reika
‘’Kenapa kamu menangis ? Apa Ikuta melakukan sesuatu yang buruk ke kamu? Ck, akan ku hampiri dia..’’ Waka perlahan berjalan meninggalkan Reika.
Reika pun kembali memeluk Waka dari belakang ‘’Jangan pergi..’’
Waka membalikkan badan nya dan memeluk Reika kembali.


Reika tengah mengemas barang-barang nya dibantu Waka yang sedang mengemas rangkaian bunga,
‘’Reika ini di buang aja gimana ?’’
‘’Ehhhh sayang banget kan kalau di buang..’’
‘’Ini bunga nya udah layu, tenang aja sayang aku gak akan layu kok.’’
Tanpa sadar Waka mengatakan nya, ‘’Eh hahahaha maksud ku..’’
‘’Nanti pulang ku gonceng ya, ku tunggu di luar’’ ia berjalan keluar meninggalkan Reika, sama sekali tidak menatap nya.
Reika dengan muka memerah tidak percaya apa yang dikatakan Waka..

CKIITTTTT
‘’Ayo cepat Reika’’ Waka sambil mengebel
‘’Iya tunggu, terus ini barang-barang nya gimana ? kan ga bisa di bawa kalau pake sepeda’’
Para Staff yang berada di belakang Reika mulai mengangkut barang Reika ‘’Gapapa biar kita yang bawa, Reika-san pulang bareng Waka saja.’’
‘’Nah, ayo’’ Waka tersenyum.
Reika akhirnya duduk di kursi belakang Waka, dan memegang baju Waka. Waka pun mengayuhkan sepedanya, angin yang bertiup, suasana jalanan sepi, membuat keheningan diantara mereka berdua..
‘’Reika, kamu berat juga’’
‘’Gak berat tauukkk’’ sambil memukul pelan bahu Waka.
‘’Hahahahaha’’
Tiba-tiba Reika memeluk Waka dari belakang membuat jantung Waka berdegup kencang, ia pun dapat merasakan jantung Reika yang berdegup begitu kencang..
‘’Suki.’’

THE END


Telat update maaf yaa, karena pengen membuat ending yang bagus dan takut mengecewakan, nanti mau buat fic lagi boleh saran buat pasangan nya siapa komen aja XD ok, sekian.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Rainbow of Love Part 4

              Akhirnya setelah beberapa bulan berlalu semenjak latihan. Musim Summer adalah musim yang sangat padat, semua member harus melakukan konser atau yang biasa di bilang tour di beberapa tempat yang sudah di jadwalkan. Hari ini, para member latihan di Jingu Stadium untuk persiapan Final Tour mereka, mereka tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun. Berbeda dengan tour yang biasa mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya, kali ini mereka kehilangan sosok yang memeriahkan suasana panggung dengan MC yang membuat para penonton merasa terhibur, Reika sang kapten berhalangan hadir.


Beberapa bulan yang lalu

Reika berlari kembali menuju ruang latihan…
Ia bernafas tidak beraturan….
“Maaf… aku tidak menemukan mereka hehehehe” ia mengatakannya dalam keadaan tersenyum dan air mata yang sudah meluap di matanya. Reika harus sanggup menahannya agar tidak membuat Staff dan member lain tidak mencemaskan nya dan fokus kepada latihan hari ini.
Reika pun menghampiri Ikuta yang tengah latihan dan berdiri di depan kaca yang kemudian sedang melihat nya dari kaca tersebut. Reika membalas tatapannya dan tersenyum. Entah kenapa, detik demi detik pandangan Reika mulai buram dan dengan tubuh yang lemas, ia pun jatuh pingsan..
“Reika!! Reika!!” Ikuta menaruh kepala Reika di lengan kanan nya serta menepok-nepok pipi Reika…
Tanpa sadar,
Air mengalir dari mata Reika..
“Cepat panggil Ambulans!!”

Ngiung Ngiung Ngiung……….

Seperti dunia hanya milik mereka berdua mereka berpelukan tanpa melihat yang lain, Shiraishi memeluk Waka sangat erat, pada saat itu angin sepoi-sepoi sangatlah membuat tubuh siapa pun yang berada disana pasti menggigil kediginan tetapi karena mereka berpelukan rasa dingin itu pun hilang, Waka bisa merasakan detak jantung Shiraishi yang berdegup sangat kencang. Dalam keadaan masih didalam pelukan Waka, Waka pun menyarankan mereka untuk segera kembali dan Shiraishi membalasnya dengan anggukan pelan dan menurutinya. Dengan Waka berjalan di depan nya ia menarik kecil ujung kaos Waka dan menuntun nya dari belakang.

Beberapa staff dan member sudah tidak ada disana hanya sedikit staff yang duduk dengan tampang cemas, Waka dan Shiraishi hanya bingung dan melihat orang-orang yang disekitarnya . Mereka berusaha mencari tahu dan bertanya kepada salah satu staff apa yang terjadi, ketika mereka mendengar bahwa Reika pingsan dan dibawa ke rumah sakit terdekat Waka bergegas menuju parkiran dan mengayuh sepeda nya dengan secepat mungkin yang ia bisa. Shiraishi tidak menghalang nya dan hanya berdiri diam ditempat, ia tau Waka sangatlah sayang Reika dan mencemaskan keadaan Reika, Shiraishi pun cemas namun ia tak sanggup apa yang akan ia lihat nantinya. Karena Waka tau Reika sangat lah memeliki tubuh yang lemah namun ia diberikan kepercayaan untuk memimpin oleh para staff, Waka berpikir bahwa penyebab Reika pingsan adalah karena kelelehan.

Tubuh mungil itu terbaring di kasur putih, di ruangan putih tersebut, dengan para staff dan member menemani nya. Dokter mengatakan bahwa dia mengalami syok berat dan harus istirahat selama beberapa bulan, dan tentunya tidak bisa berpatisipasi tour tahun ini. Entah bagaimana, Ikuta dan Reika hanya berdua diruangan tersebut. Ikuta menggenggam tangan mungil itu dengan erat, menatap wajah Reika yang pucat.

Waka dengan tidak memerdulikan keadaan sekitar ia menaruh sepeda nya sembarangan, berlari menuju pintu rumah sakit, menanyakan letak kamar Reika sekarang. Lantai demi lantai, lorong demi lorong ia lalui, setiba ia di kamar tersebut, menatap wajah Reika yang pucat dengan Ikuta menemani Reika dengan tangan kanan yang masih digenggam nya. Waka pun mengurung kan niatnya..

To be continued?


Edisi telat update, maafkan diri ini kembali dengan cerita yang mungkin tidak memuaskan XD ditunggu aja kelanjutan nya ya.. btw, gws kapten! :’

find me on
youtube: low tension man46
instagram: wakarei
facebook: hashi-kun

Kamis, 23 Juni 2016

Rainbow of Love Part 3



Sesosok wanita berambut panjang nan halus itu berjalan mengiringi lorong perpustakaan mencari buku yang sedang dicarinya. Setelah berkeliling begitu lama. Akhirnya ia berhenti di lorong dimana ia menemukan buku yang dicarinya. Tangannya menghampiri buku tersebut. TAPP . Tangan yang halus itu bersentuhan dengan tangan orang lain yang memiliki tujuan yang sama dengannya yaitu mengambil buku yang di incarnya.

“Wa---wakatsuki-senpai..”



Aku tidak menyangkanya. Aku selalu berhati-hati untuk melihatnya dari jarak jauh. Aku sudah memerhatikan nya selama 3 tahun di sekolah. Selama ini aku selalu menyembunyikan semuanya dalam hati ku. Saat senpai berada tepat di depan ku. Perasaan ku mengalir seperti air terjun, begitu deras di seluruh tubuh ku. Aku berusaha mati-matian untuk menahannya,



Aku suka. Aku suka. Aku suka.

“Ah.. maaf silahkan di ambil bukunya” shiraishi mengatakaannya dengan muka memerah dan wajah menundukkan kepala

“Kenapa kamu tahu nama ku?”



Itu adalah cerita 10 tahun yang lalu. Sejak saat itu waka dan shiraishi mulai ber-teman hingga kini,



Di tepian malam, kala langit terasa kusam. Reika duduk di tepi ranjang dengan wajah penuh kegelisahan. Udara malam nan dingin tak mampu mengahalau keringat yang mengucur dari pori-pori tubuhnya. Ia masih terpikirkan oleh situasi tadi, situasi dimana orang yang dicintainya bersama orang lain, bukan dengan dirinya. Namun, dengan sahabatnya sendiri.



Tangannya yang mungil meraih ponsel nya yang diletakkan di atas meja. Dengan wajah yang ragu ia menatap layar ponsel, mencari kontak seseorang , satu-satunya tujuan ia saat ini adalah menghubungi wakatsuki.



“Arghhh…”

Ia menutupi wajah nya dengan bantal, tidak memberanikan diri untuk menanyai waka tentang apa yang waka lakukan dengan shiraishi berdua di café tadi pagi. Aku juga bisa , hati nya berbisik. Dengan penuh percaya diri ia menghubungi Ikuta dan berbicara semalaman dengannya, se akan-akan melupakan kejadian yang sudah terjadi. Ia terhanyut dalam larutan pembicaraan Ikuta hingga tidak terasa malam pun terlewat.



Ke-esokan hari nya..



Hari ini ada latihan untuk single baru, para member latihan selama 3 jam penuh hingga waktu istirahat pun tiba, mereka mengambil bento yang sudah disediakan para staff. Ada yang duduk berkelompok, menyendiri, atau pun masih fokus dengan layar ponsel nya dengan menyimpan bento masing-masing untuk dimakan belakangan. Disaat waka sedang mencari teman makan, ia melihat Reika dan Ikuta sedang makan bersama di tepi tembok. Mereka sangat lengket, sudah menyatu dalam perbincangan mereka berdua dan tidak bisa dipisahkan, saling bercanda satu-sama lain, hingga waka tak tahan untuk melihat nya. Shiraishi menghampiri waka dengan wajah bingung, kenapa waka terdiam ?  ia pun melirik pada apa yang sedang waka lihat dengan tatapan kosong, penuh kecemburuan. Shiraishi tau situasi ini dan dengan sigap merangkul dan meraih tangan waka agar melupakan apa yang sudah dilihatnya. “Yuk makan bareng” gadis itu menarik tangan waka dengan jalan perlahan dan memutuskan makan diluar ruangan.



Di sisi lain, Reika melihat waka bersama dengan shiraishi jalan ke luar yang memilih hanya berdua sedangkan member yang lain semua memilih makan di dalam ruangan. Dengan mata penuh penasaran Reika menatap pintu yang baru saja dilewati waka dan shiraishi.



“Kamu kenapa?”

“Eh… enn gapapa. Yuk lanjut makan hehehe”

Dengan senyum palsu yang ditunjukkan ke Ikuta ada rasa menyesal ia memilih makan bersama Ikuta bukan bersama dengan waka, kini ia malah menambah rasa sakit nya sendiri melihat waka dan shiraishi makan bersama dan memilih memendam rasa sakit nya.



Waka duduk di kursi panjang yang berada di taman sembari menikmati hembusan angin yang menggelitiki nya, memandang lurus kedepan.. Shiraishi duduk di sebelahnya segera membuka bento nya, dan makan dengan sangat lahap

“Emmm.. enak banget”

“Hahaha , belepotan tuh” dengan polosnya waka mengambil setitik nasi yang berada di ujung samping bibir shiraishi dan memakan nya



Semua terjadi begitu cepat. Hanya dalam sekejap mata, ia membuat jantung shiraishi berdegup sangat kencang. Shiraishi mengerjapkan matanya berkali-kali, tidak percaya apa yang waka lakukan padanya.

“ahaha… i—iya.. makasih”



15 menit kemudian..



Waka bergegas untuk kembali ke ruang latihan setelah mengisi perutnya dengan bento yang disediakan para staff, ia pun berdiri.



Tersadar tangan nya digenggam oleh seseorang dan merasakan kehangatan tangan yang menyelimuti tangan nya.

“Shiraishi?”

“Temani aku disini sebentar saja”

Waka kembali duduk dan menatap mata nya dengan penuh kecemasan. “Kamu sakit? Kamu kenapa?”

Shiraishi tidak menjawab nya dengan kata-kata namun ia tiba-tiba memeluk waka dengan erat, sangat erat. Aku takut kehilangan. Waka hanya membalas pelukan shiraishi tanpa tau apa alasan dibalik Shiraishi memeluknya.



Staff pun memanggil semua member untuk latihan kembali

“Loh waka sama shiraishi dimana?”

“Aku.. aku.. tau mereka dimana, biar aku yang panggil” sahut Reika



Reika berlari dimana Waka dan Shiraishi berada.



Dan betapa terkejut nya ia melihat momen romantis Waka dan Shiraishi…





Ia pun melangkahkan kakinya, mundur selangkah….



Dua langkah….



Tiga langkah…



Ia berlari meninggalkan Waka dan Shiraishi dengan air mata yang sudah meluap.








To be continued ?


Senin, 20 Juni 2016

Rainbow of Love Part 2


Sebuah pagi yang selalu datang dengan hembusan geliat harapan dan kedamaian. Kecupan hangat mentari yang membangunkan saraf semangat. Sesosok wajah cantik putih, berbalut pajama dengan rambut ter-acak oleh bantal. Gadis itu bergegas ke kamar kecil dan menggosok giginya dengan tangan kiri memegang HP nya. “Sudah waktunya.” Reika bergumam lirih. “Apa pertemuan itu akan baik-baik saja?” Reika mendesah dan meninggalkan HP nya di suatu tempat kemudian segera membersihkan dirinya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Waka menggeletakkan ponselnya di atas meja. “Mana dia njir, ngajak ketemuan tapi lama banget.” Dengan kesal, ia menghembuskan nafas nya. Menghirup aroma coffee yang sedang disajikan pelayan café tersebut, tanpa sengaja melirik Shiraishi yang kebetulan ada di café itu juga. “Eh.. dia juga disini, samperin ah.” Waka tersenyum diam-diam dan beranjak dari bangkunya
“Hei !”
“Hey, eh… wa-- waka” jawab shiraishi gugup

Terlalu panjang untuk menceritakan semuanya, shiraishi jatuh cinta dengan waka entah sejak kapan lama nya yang tidak diketahui siapa-pun dan merahasiakan nya sendiri. Yah, waka dan shiraishi adalah sahabat kecil yang sama-sama akhirnya memutuskan untuk bergabung di Nogizaka.
“Kamu ngapain disini?” menghampirinya dengan kemudian duduk disamping shiraishi. “Ennn… enn aku di ajak Ikuta kesini. Kalau kamu?”
nggghh waka deket banget…. dalam hati
“Loh, Aku juga nungguin Ikuta katanya ngajak ketemuan tapi ga tau dia dimana. Hmm.. gitu ya yaudah nunggu bareng aja, Kamu mau mesen apa?” melihat daftar menu yang dipegang shiraishi.

Ikuta melangkah santai dan terdiam melihat kedekatan shiraishi dan waka. Dengan reflek tangan kanan nya mengambil HP yang berada di saku kanan nya. CEKREKK.
“Sudah kuduga, kalau mereka dipertemukan pasti bakal deket gini.” Sambil ketawa kecil dalam hati. Tanpa basa-basi ia mengirim foto barusan ke Reika.

HP reika pun berbunyi tanda pesan masuk

Reika yang sedang mengeringkan rambut nya yang basah berlari kecil dari kamar mandi dan mengambil HP nya. Yang dia kira adalah pesan waka ternyata Ikuta

Ikuta sent you a photo

Reika pun membuka nya dan betapa kaget nya ia melihat waka dan shiraishi di Café itu berduaan saja.
            Eh ini maksudnya apa. Bukannya kamu yang mau ketemu waka?. Ketik reika
Engga, bukan aku yang mau ketemu sebenernya tapi shiraishi . Bohong Ikuta
            Badan reika pun sekejap memanas, gemetaran.

Hhhh, pulang aja deh lama banget nih Ikuta. Berani-berani nya nipu gue. Gumam waka
            “Shiraishi aku pulang dulu ya, kamu ga pulang? Mau pulang bareng?” ajak waka
“Eh.. eh…. Ga ngerepotin?”
“Engga lah, kan kamu sahabat ku. Tapi maaf aja pake sepeda hahaha”
Shiraishi pun di gonceng waka untuk pertama kali nya.
“Pegang yang erat ya.”
“enn…” saut shiraishi pelan dan memegang baju waka tepat nya di pinggang nya.

Pucuk-pucuk pohon sakura melambai. Debu-debu tipis menyapu wajah bersamaan dengan hadirnya sang angin. Reranting pepohonan riuh dihinggapi camar-camar yang tengah menikmati cahaya mentari

Aku akan selalu di sampingmu, seperti permintaanmu sepuluh tahun lalu. Shiraishi mengeratkan tangannya pada baju waka. Ada ruang kosong di hati Shiraishi. Ia merindukan seseorang dari masa lalu untuk mengisinya. Sosok itu adalah sosok yang telah mengubah alur hidupnya, yang telah menggoreskan warna-warni pelangi cinta dalam hidupnya.





To be continued ?

Rabu, 15 Juni 2016

WakaReiIku


Wakare

 akhirnya buat video agar bisa menemani
 fic :v selamat menonton

singkat, padat, jelas

WakaRei or IkuRei ?

Rabu, 01 Juni 2016

Rainbow of Love Part 1

Ya, salam kenal. Ga usah banyak basa-basi, ane mau buat fic^^ belum tau jalannya mau gimana. yang penting ane mau corat coret aja dulu. ntar tinggal kasih pendapat gimana. ok sip

__________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________


Malam itu, malam yang sangat dingin. Semua segera pulang setelah selesai shooting Nogibingo!6 episode 4. Wakatsuki menghebus nafasnya, membuat gumpalan air di udara. Ia mendesah pelan, sesungguhnya ia malas pulang karena 'sesuatu' hal yang terjadi saat shooting yang sama sekali tidak diberitahui staff bila Reika, sahabatnya berpasangan dengan Ikuta, musuhnya, rivalnya. Ya, Ikuta dan Wakatsuki sama-sama menyukai sang kapten Nogizaka ini.

"Arghh! Damn." kesal waka

"Ngapain gue bilang ke Reika kalau hubungan gue udah kelar ke dia, di depan Ikuta lagi. Ga tau deh gue mau bilang apa ke Wakarei shipper pas event HS nanti, pasti banyak yang nanya, mampus gue."

"Bodo amat deh"

Waka pun bergegas pulang menggunakan sepedanya, karena lokasi shooting berdekatan dengan lokasi apartemennya ia memutuskan untuk mengendarai sepeda dibandingkan naik mobil pribadi, itung-itung olahraga....

"Arigatou... Kimi ga ite kurete hontou yokatta yo..... Donna toki datte itsumo... Waratte irareru" dengan mengenakan earphone waka menyanyikan lagu yang dinyanyikan oleh Reika saat Nogibingo dulu. Sejujurnya Waka menyimpan suara Reika saat menyanyikan lagu ini dengan bantuan staff entah bagaimana akhirnya ia memilikinya, Ia benar-benar ingin menyimpan suara reika yang bisa dibilang bikin telinga waka adem dan bikin hati tenang.

Mengayuh sepedanya dengan santai, perlahan tapi pasti. Angin berhembus hingga membuat rambut waka yang pendek itu ke belakang terbawa angin. Tanpa sadar wanita-wanita yang kebetulan melihat keberadaan waka kemudian dengan mata yang tertuju ke waka "IKEMEN DAA" teriak dalam hati. Dan dalam sekejap pun waka sudah sampai di apartemen nya.

"husyouu.." turun waka dari sepeda

"Sampai juga gue" waka pun memarkir kan sepedanya

"Tadaima~~" 

Melepaskan kaos kaki dan menaruh sepatunya di rak sepatu dekat pintu. Ia berjalan menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil sebotol minuman.

"glek glek glek

"Ahhh... segernya... mandi lah gue, lengket semua nih badan" sambil menaruh botol tadi ke dalam kulkas kembali

After Waka Taking shower in 20 minutes. Ia pun menuju kamar nya, dan menghempaskan badan nya diatas kasur. Sejenak ia berpikir, apa yang biasanya ia lakukan jam segini adalah memberi kabar jika ia sudah pulang ke apartemen nya ke Reika. Karena jika tidak segera memberi kabar biasanya Reika marah level max karena ia sangat khawatir jika Waka kenapa-kenapa apa lagi dia menggunakan sepeda padahal dia Idol. Mata waka pun tertutup sejenak.

"Tik tok tik tok..." bunyi jam terdengar sangat jelas

Mata waka terbuka kembali dan mulai mencari dimana ia meletakkan HP nya. Setelah melihat dimana HP nya ia pun mengambilnya dan menghidupkannya.. Betapa terkejutnya ia melihat ada 46 panggilan tak terjawab dari sang sahabat Reika. Dan ada beberapa SMS yang di kirim ke waka.

"Oiii angkat kaliii... (T_T) udah nyampe apartemen?" 

"Hei wakachuki wakachuki wakachukiiiii..........."

"Kamu ga kenapa-kenapa kan waka... aku khawatir... <3"

"JLEBBB JLEBBBBB" waka baper tingkat dewa setelah melihat ada emot hati yang diberikan oleh Reika. Ia pun segera membalas SMS Reika itu.

"Iya, gue gapapa. Gue udah nyampe" ketus waka

Belum ada 2 menit Reika membalas SMS waka

"Bener kamu gapapa? Kok aku ga dikasih kabar?" cemas Reika

"Iya gue gapapa, Sorry telat gue baru selesai mandi" bohong Waka, padahal ia sudah selesai mandi daritadi.

"Ah kamu bohong. Terus ngomong-ngomong kamu pasti tadi cemburu kan Ikuta deket sama aku. Wekkkkk.. :p" ledek Reika

"JLEBBB" lagi-lagi....... lagi-lagi.......

"Apaan gue biasa aja."

"Oh gitu, oh iya dapet salam dari Ikuta katanya dia mau ketemu besok pagi di Hashi Cafe 46. Katanya dia mau ngomong sesuatu sama kamu"

"Ngapain dia bilang ke Reika, padahal bilang ke gue langsung juga bisa. Ngajak ribut tuh anak -_-" dalam hati waka membaca SMS Reika

"Oyayaya"

"Yaudah, Good night Waka. Oyasumi"

"Oyasumireika <3"

BLUSHHH , ini pertama kalinya Waka membalas dengan emot hati ke Reika yang biasanya ia selalu menjawab dengan jutek, singkat ke Reika. Ia menggigt-gigit bantal dan berguling-berguling di kasur dengan wajah yang memerah.

Di sisi lain, Reika.

"KYAAAAAAAAAAA, apa ini?! Mimpi? Aku mimpi?" Menamparkan kedua pipi nya satu-persatu dengan tangan nya sendiri.

"Oh, kamisama ini bukan mimpi..." >.<

Waka pun mematikan lampu kamarnya serta menarik selimut dan menutupkan kedua matanya.... Untuk segera ber-mimpi dan melepaskan semua kelelahan nya setelah shooting.

5 menit...

10 menit.......

"Uwaaaa!!!" teriak Waka

"Asem, ga bisa tidur gue..."

"Masih kepikiran gue, gue bilang kalau hubungan gue ke Reika udah selesai tapi Reika masih tetap baik seperti bisanya.. Apa dia nganggep gue cuma bercanda ya. Bagus lah kalau dia nganggep gitu, jadi gue gak harus ngejelasin panjang lebar lagi" Waka menghembus nafas lega

To Be Continued