Kamis, 23 Juni 2016

Rainbow of Love Part 3



Sesosok wanita berambut panjang nan halus itu berjalan mengiringi lorong perpustakaan mencari buku yang sedang dicarinya. Setelah berkeliling begitu lama. Akhirnya ia berhenti di lorong dimana ia menemukan buku yang dicarinya. Tangannya menghampiri buku tersebut. TAPP . Tangan yang halus itu bersentuhan dengan tangan orang lain yang memiliki tujuan yang sama dengannya yaitu mengambil buku yang di incarnya.

“Wa---wakatsuki-senpai..”



Aku tidak menyangkanya. Aku selalu berhati-hati untuk melihatnya dari jarak jauh. Aku sudah memerhatikan nya selama 3 tahun di sekolah. Selama ini aku selalu menyembunyikan semuanya dalam hati ku. Saat senpai berada tepat di depan ku. Perasaan ku mengalir seperti air terjun, begitu deras di seluruh tubuh ku. Aku berusaha mati-matian untuk menahannya,



Aku suka. Aku suka. Aku suka.

“Ah.. maaf silahkan di ambil bukunya” shiraishi mengatakaannya dengan muka memerah dan wajah menundukkan kepala

“Kenapa kamu tahu nama ku?”



Itu adalah cerita 10 tahun yang lalu. Sejak saat itu waka dan shiraishi mulai ber-teman hingga kini,



Di tepian malam, kala langit terasa kusam. Reika duduk di tepi ranjang dengan wajah penuh kegelisahan. Udara malam nan dingin tak mampu mengahalau keringat yang mengucur dari pori-pori tubuhnya. Ia masih terpikirkan oleh situasi tadi, situasi dimana orang yang dicintainya bersama orang lain, bukan dengan dirinya. Namun, dengan sahabatnya sendiri.



Tangannya yang mungil meraih ponsel nya yang diletakkan di atas meja. Dengan wajah yang ragu ia menatap layar ponsel, mencari kontak seseorang , satu-satunya tujuan ia saat ini adalah menghubungi wakatsuki.



“Arghhh…”

Ia menutupi wajah nya dengan bantal, tidak memberanikan diri untuk menanyai waka tentang apa yang waka lakukan dengan shiraishi berdua di café tadi pagi. Aku juga bisa , hati nya berbisik. Dengan penuh percaya diri ia menghubungi Ikuta dan berbicara semalaman dengannya, se akan-akan melupakan kejadian yang sudah terjadi. Ia terhanyut dalam larutan pembicaraan Ikuta hingga tidak terasa malam pun terlewat.



Ke-esokan hari nya..



Hari ini ada latihan untuk single baru, para member latihan selama 3 jam penuh hingga waktu istirahat pun tiba, mereka mengambil bento yang sudah disediakan para staff. Ada yang duduk berkelompok, menyendiri, atau pun masih fokus dengan layar ponsel nya dengan menyimpan bento masing-masing untuk dimakan belakangan. Disaat waka sedang mencari teman makan, ia melihat Reika dan Ikuta sedang makan bersama di tepi tembok. Mereka sangat lengket, sudah menyatu dalam perbincangan mereka berdua dan tidak bisa dipisahkan, saling bercanda satu-sama lain, hingga waka tak tahan untuk melihat nya. Shiraishi menghampiri waka dengan wajah bingung, kenapa waka terdiam ?  ia pun melirik pada apa yang sedang waka lihat dengan tatapan kosong, penuh kecemburuan. Shiraishi tau situasi ini dan dengan sigap merangkul dan meraih tangan waka agar melupakan apa yang sudah dilihatnya. “Yuk makan bareng” gadis itu menarik tangan waka dengan jalan perlahan dan memutuskan makan diluar ruangan.



Di sisi lain, Reika melihat waka bersama dengan shiraishi jalan ke luar yang memilih hanya berdua sedangkan member yang lain semua memilih makan di dalam ruangan. Dengan mata penuh penasaran Reika menatap pintu yang baru saja dilewati waka dan shiraishi.



“Kamu kenapa?”

“Eh… enn gapapa. Yuk lanjut makan hehehe”

Dengan senyum palsu yang ditunjukkan ke Ikuta ada rasa menyesal ia memilih makan bersama Ikuta bukan bersama dengan waka, kini ia malah menambah rasa sakit nya sendiri melihat waka dan shiraishi makan bersama dan memilih memendam rasa sakit nya.



Waka duduk di kursi panjang yang berada di taman sembari menikmati hembusan angin yang menggelitiki nya, memandang lurus kedepan.. Shiraishi duduk di sebelahnya segera membuka bento nya, dan makan dengan sangat lahap

“Emmm.. enak banget”

“Hahaha , belepotan tuh” dengan polosnya waka mengambil setitik nasi yang berada di ujung samping bibir shiraishi dan memakan nya



Semua terjadi begitu cepat. Hanya dalam sekejap mata, ia membuat jantung shiraishi berdegup sangat kencang. Shiraishi mengerjapkan matanya berkali-kali, tidak percaya apa yang waka lakukan padanya.

“ahaha… i—iya.. makasih”



15 menit kemudian..



Waka bergegas untuk kembali ke ruang latihan setelah mengisi perutnya dengan bento yang disediakan para staff, ia pun berdiri.



Tersadar tangan nya digenggam oleh seseorang dan merasakan kehangatan tangan yang menyelimuti tangan nya.

“Shiraishi?”

“Temani aku disini sebentar saja”

Waka kembali duduk dan menatap mata nya dengan penuh kecemasan. “Kamu sakit? Kamu kenapa?”

Shiraishi tidak menjawab nya dengan kata-kata namun ia tiba-tiba memeluk waka dengan erat, sangat erat. Aku takut kehilangan. Waka hanya membalas pelukan shiraishi tanpa tau apa alasan dibalik Shiraishi memeluknya.



Staff pun memanggil semua member untuk latihan kembali

“Loh waka sama shiraishi dimana?”

“Aku.. aku.. tau mereka dimana, biar aku yang panggil” sahut Reika



Reika berlari dimana Waka dan Shiraishi berada.



Dan betapa terkejut nya ia melihat momen romantis Waka dan Shiraishi…





Ia pun melangkahkan kakinya, mundur selangkah….



Dua langkah….



Tiga langkah…



Ia berlari meninggalkan Waka dan Shiraishi dengan air mata yang sudah meluap.








To be continued ?


Senin, 20 Juni 2016

Rainbow of Love Part 2


Sebuah pagi yang selalu datang dengan hembusan geliat harapan dan kedamaian. Kecupan hangat mentari yang membangunkan saraf semangat. Sesosok wajah cantik putih, berbalut pajama dengan rambut ter-acak oleh bantal. Gadis itu bergegas ke kamar kecil dan menggosok giginya dengan tangan kiri memegang HP nya. “Sudah waktunya.” Reika bergumam lirih. “Apa pertemuan itu akan baik-baik saja?” Reika mendesah dan meninggalkan HP nya di suatu tempat kemudian segera membersihkan dirinya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Waka menggeletakkan ponselnya di atas meja. “Mana dia njir, ngajak ketemuan tapi lama banget.” Dengan kesal, ia menghembuskan nafas nya. Menghirup aroma coffee yang sedang disajikan pelayan café tersebut, tanpa sengaja melirik Shiraishi yang kebetulan ada di café itu juga. “Eh.. dia juga disini, samperin ah.” Waka tersenyum diam-diam dan beranjak dari bangkunya
“Hei !”
“Hey, eh… wa-- waka” jawab shiraishi gugup

Terlalu panjang untuk menceritakan semuanya, shiraishi jatuh cinta dengan waka entah sejak kapan lama nya yang tidak diketahui siapa-pun dan merahasiakan nya sendiri. Yah, waka dan shiraishi adalah sahabat kecil yang sama-sama akhirnya memutuskan untuk bergabung di Nogizaka.
“Kamu ngapain disini?” menghampirinya dengan kemudian duduk disamping shiraishi. “Ennn… enn aku di ajak Ikuta kesini. Kalau kamu?”
nggghh waka deket banget…. dalam hati
“Loh, Aku juga nungguin Ikuta katanya ngajak ketemuan tapi ga tau dia dimana. Hmm.. gitu ya yaudah nunggu bareng aja, Kamu mau mesen apa?” melihat daftar menu yang dipegang shiraishi.

Ikuta melangkah santai dan terdiam melihat kedekatan shiraishi dan waka. Dengan reflek tangan kanan nya mengambil HP yang berada di saku kanan nya. CEKREKK.
“Sudah kuduga, kalau mereka dipertemukan pasti bakal deket gini.” Sambil ketawa kecil dalam hati. Tanpa basa-basi ia mengirim foto barusan ke Reika.

HP reika pun berbunyi tanda pesan masuk

Reika yang sedang mengeringkan rambut nya yang basah berlari kecil dari kamar mandi dan mengambil HP nya. Yang dia kira adalah pesan waka ternyata Ikuta

Ikuta sent you a photo

Reika pun membuka nya dan betapa kaget nya ia melihat waka dan shiraishi di Café itu berduaan saja.
            Eh ini maksudnya apa. Bukannya kamu yang mau ketemu waka?. Ketik reika
Engga, bukan aku yang mau ketemu sebenernya tapi shiraishi . Bohong Ikuta
            Badan reika pun sekejap memanas, gemetaran.

Hhhh, pulang aja deh lama banget nih Ikuta. Berani-berani nya nipu gue. Gumam waka
            “Shiraishi aku pulang dulu ya, kamu ga pulang? Mau pulang bareng?” ajak waka
“Eh.. eh…. Ga ngerepotin?”
“Engga lah, kan kamu sahabat ku. Tapi maaf aja pake sepeda hahaha”
Shiraishi pun di gonceng waka untuk pertama kali nya.
“Pegang yang erat ya.”
“enn…” saut shiraishi pelan dan memegang baju waka tepat nya di pinggang nya.

Pucuk-pucuk pohon sakura melambai. Debu-debu tipis menyapu wajah bersamaan dengan hadirnya sang angin. Reranting pepohonan riuh dihinggapi camar-camar yang tengah menikmati cahaya mentari

Aku akan selalu di sampingmu, seperti permintaanmu sepuluh tahun lalu. Shiraishi mengeratkan tangannya pada baju waka. Ada ruang kosong di hati Shiraishi. Ia merindukan seseorang dari masa lalu untuk mengisinya. Sosok itu adalah sosok yang telah mengubah alur hidupnya, yang telah menggoreskan warna-warni pelangi cinta dalam hidupnya.





To be continued ?

Rabu, 15 Juni 2016

WakaReiIku


Wakare

 akhirnya buat video agar bisa menemani
 fic :v selamat menonton

singkat, padat, jelas

WakaRei or IkuRei ?

Rabu, 01 Juni 2016

Rainbow of Love Part 1

Ya, salam kenal. Ga usah banyak basa-basi, ane mau buat fic^^ belum tau jalannya mau gimana. yang penting ane mau corat coret aja dulu. ntar tinggal kasih pendapat gimana. ok sip

__________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________


Malam itu, malam yang sangat dingin. Semua segera pulang setelah selesai shooting Nogibingo!6 episode 4. Wakatsuki menghebus nafasnya, membuat gumpalan air di udara. Ia mendesah pelan, sesungguhnya ia malas pulang karena 'sesuatu' hal yang terjadi saat shooting yang sama sekali tidak diberitahui staff bila Reika, sahabatnya berpasangan dengan Ikuta, musuhnya, rivalnya. Ya, Ikuta dan Wakatsuki sama-sama menyukai sang kapten Nogizaka ini.

"Arghh! Damn." kesal waka

"Ngapain gue bilang ke Reika kalau hubungan gue udah kelar ke dia, di depan Ikuta lagi. Ga tau deh gue mau bilang apa ke Wakarei shipper pas event HS nanti, pasti banyak yang nanya, mampus gue."

"Bodo amat deh"

Waka pun bergegas pulang menggunakan sepedanya, karena lokasi shooting berdekatan dengan lokasi apartemennya ia memutuskan untuk mengendarai sepeda dibandingkan naik mobil pribadi, itung-itung olahraga....

"Arigatou... Kimi ga ite kurete hontou yokatta yo..... Donna toki datte itsumo... Waratte irareru" dengan mengenakan earphone waka menyanyikan lagu yang dinyanyikan oleh Reika saat Nogibingo dulu. Sejujurnya Waka menyimpan suara Reika saat menyanyikan lagu ini dengan bantuan staff entah bagaimana akhirnya ia memilikinya, Ia benar-benar ingin menyimpan suara reika yang bisa dibilang bikin telinga waka adem dan bikin hati tenang.

Mengayuh sepedanya dengan santai, perlahan tapi pasti. Angin berhembus hingga membuat rambut waka yang pendek itu ke belakang terbawa angin. Tanpa sadar wanita-wanita yang kebetulan melihat keberadaan waka kemudian dengan mata yang tertuju ke waka "IKEMEN DAA" teriak dalam hati. Dan dalam sekejap pun waka sudah sampai di apartemen nya.

"husyouu.." turun waka dari sepeda

"Sampai juga gue" waka pun memarkir kan sepedanya

"Tadaima~~" 

Melepaskan kaos kaki dan menaruh sepatunya di rak sepatu dekat pintu. Ia berjalan menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil sebotol minuman.

"glek glek glek

"Ahhh... segernya... mandi lah gue, lengket semua nih badan" sambil menaruh botol tadi ke dalam kulkas kembali

After Waka Taking shower in 20 minutes. Ia pun menuju kamar nya, dan menghempaskan badan nya diatas kasur. Sejenak ia berpikir, apa yang biasanya ia lakukan jam segini adalah memberi kabar jika ia sudah pulang ke apartemen nya ke Reika. Karena jika tidak segera memberi kabar biasanya Reika marah level max karena ia sangat khawatir jika Waka kenapa-kenapa apa lagi dia menggunakan sepeda padahal dia Idol. Mata waka pun tertutup sejenak.

"Tik tok tik tok..." bunyi jam terdengar sangat jelas

Mata waka terbuka kembali dan mulai mencari dimana ia meletakkan HP nya. Setelah melihat dimana HP nya ia pun mengambilnya dan menghidupkannya.. Betapa terkejutnya ia melihat ada 46 panggilan tak terjawab dari sang sahabat Reika. Dan ada beberapa SMS yang di kirim ke waka.

"Oiii angkat kaliii... (T_T) udah nyampe apartemen?" 

"Hei wakachuki wakachuki wakachukiiiii..........."

"Kamu ga kenapa-kenapa kan waka... aku khawatir... <3"

"JLEBBB JLEBBBBB" waka baper tingkat dewa setelah melihat ada emot hati yang diberikan oleh Reika. Ia pun segera membalas SMS Reika itu.

"Iya, gue gapapa. Gue udah nyampe" ketus waka

Belum ada 2 menit Reika membalas SMS waka

"Bener kamu gapapa? Kok aku ga dikasih kabar?" cemas Reika

"Iya gue gapapa, Sorry telat gue baru selesai mandi" bohong Waka, padahal ia sudah selesai mandi daritadi.

"Ah kamu bohong. Terus ngomong-ngomong kamu pasti tadi cemburu kan Ikuta deket sama aku. Wekkkkk.. :p" ledek Reika

"JLEBBB" lagi-lagi....... lagi-lagi.......

"Apaan gue biasa aja."

"Oh gitu, oh iya dapet salam dari Ikuta katanya dia mau ketemu besok pagi di Hashi Cafe 46. Katanya dia mau ngomong sesuatu sama kamu"

"Ngapain dia bilang ke Reika, padahal bilang ke gue langsung juga bisa. Ngajak ribut tuh anak -_-" dalam hati waka membaca SMS Reika

"Oyayaya"

"Yaudah, Good night Waka. Oyasumi"

"Oyasumireika <3"

BLUSHHH , ini pertama kalinya Waka membalas dengan emot hati ke Reika yang biasanya ia selalu menjawab dengan jutek, singkat ke Reika. Ia menggigt-gigit bantal dan berguling-berguling di kasur dengan wajah yang memerah.

Di sisi lain, Reika.

"KYAAAAAAAAAAA, apa ini?! Mimpi? Aku mimpi?" Menamparkan kedua pipi nya satu-persatu dengan tangan nya sendiri.

"Oh, kamisama ini bukan mimpi..." >.<

Waka pun mematikan lampu kamarnya serta menarik selimut dan menutupkan kedua matanya.... Untuk segera ber-mimpi dan melepaskan semua kelelahan nya setelah shooting.

5 menit...

10 menit.......

"Uwaaaa!!!" teriak Waka

"Asem, ga bisa tidur gue..."

"Masih kepikiran gue, gue bilang kalau hubungan gue ke Reika udah selesai tapi Reika masih tetap baik seperti bisanya.. Apa dia nganggep gue cuma bercanda ya. Bagus lah kalau dia nganggep gitu, jadi gue gak harus ngejelasin panjang lebar lagi" Waka menghembus nafas lega

To Be Continued