Sabtu, 20 Agustus 2016

Rainbow of Love Part 4

              Akhirnya setelah beberapa bulan berlalu semenjak latihan. Musim Summer adalah musim yang sangat padat, semua member harus melakukan konser atau yang biasa di bilang tour di beberapa tempat yang sudah di jadwalkan. Hari ini, para member latihan di Jingu Stadium untuk persiapan Final Tour mereka, mereka tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun. Berbeda dengan tour yang biasa mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya, kali ini mereka kehilangan sosok yang memeriahkan suasana panggung dengan MC yang membuat para penonton merasa terhibur, Reika sang kapten berhalangan hadir.


Beberapa bulan yang lalu

Reika berlari kembali menuju ruang latihan…
Ia bernafas tidak beraturan….
“Maaf… aku tidak menemukan mereka hehehehe” ia mengatakannya dalam keadaan tersenyum dan air mata yang sudah meluap di matanya. Reika harus sanggup menahannya agar tidak membuat Staff dan member lain tidak mencemaskan nya dan fokus kepada latihan hari ini.
Reika pun menghampiri Ikuta yang tengah latihan dan berdiri di depan kaca yang kemudian sedang melihat nya dari kaca tersebut. Reika membalas tatapannya dan tersenyum. Entah kenapa, detik demi detik pandangan Reika mulai buram dan dengan tubuh yang lemas, ia pun jatuh pingsan..
“Reika!! Reika!!” Ikuta menaruh kepala Reika di lengan kanan nya serta menepok-nepok pipi Reika…
Tanpa sadar,
Air mengalir dari mata Reika..
“Cepat panggil Ambulans!!”

Ngiung Ngiung Ngiung……….

Seperti dunia hanya milik mereka berdua mereka berpelukan tanpa melihat yang lain, Shiraishi memeluk Waka sangat erat, pada saat itu angin sepoi-sepoi sangatlah membuat tubuh siapa pun yang berada disana pasti menggigil kediginan tetapi karena mereka berpelukan rasa dingin itu pun hilang, Waka bisa merasakan detak jantung Shiraishi yang berdegup sangat kencang. Dalam keadaan masih didalam pelukan Waka, Waka pun menyarankan mereka untuk segera kembali dan Shiraishi membalasnya dengan anggukan pelan dan menurutinya. Dengan Waka berjalan di depan nya ia menarik kecil ujung kaos Waka dan menuntun nya dari belakang.

Beberapa staff dan member sudah tidak ada disana hanya sedikit staff yang duduk dengan tampang cemas, Waka dan Shiraishi hanya bingung dan melihat orang-orang yang disekitarnya . Mereka berusaha mencari tahu dan bertanya kepada salah satu staff apa yang terjadi, ketika mereka mendengar bahwa Reika pingsan dan dibawa ke rumah sakit terdekat Waka bergegas menuju parkiran dan mengayuh sepeda nya dengan secepat mungkin yang ia bisa. Shiraishi tidak menghalang nya dan hanya berdiri diam ditempat, ia tau Waka sangatlah sayang Reika dan mencemaskan keadaan Reika, Shiraishi pun cemas namun ia tak sanggup apa yang akan ia lihat nantinya. Karena Waka tau Reika sangat lah memeliki tubuh yang lemah namun ia diberikan kepercayaan untuk memimpin oleh para staff, Waka berpikir bahwa penyebab Reika pingsan adalah karena kelelehan.

Tubuh mungil itu terbaring di kasur putih, di ruangan putih tersebut, dengan para staff dan member menemani nya. Dokter mengatakan bahwa dia mengalami syok berat dan harus istirahat selama beberapa bulan, dan tentunya tidak bisa berpatisipasi tour tahun ini. Entah bagaimana, Ikuta dan Reika hanya berdua diruangan tersebut. Ikuta menggenggam tangan mungil itu dengan erat, menatap wajah Reika yang pucat.

Waka dengan tidak memerdulikan keadaan sekitar ia menaruh sepeda nya sembarangan, berlari menuju pintu rumah sakit, menanyakan letak kamar Reika sekarang. Lantai demi lantai, lorong demi lorong ia lalui, setiba ia di kamar tersebut, menatap wajah Reika yang pucat dengan Ikuta menemani Reika dengan tangan kanan yang masih digenggam nya. Waka pun mengurung kan niatnya..

To be continued?


Edisi telat update, maafkan diri ini kembali dengan cerita yang mungkin tidak memuaskan XD ditunggu aja kelanjutan nya ya.. btw, gws kapten! :’

find me on
youtube: low tension man46
instagram: wakarei
facebook: hashi-kun