Sebuah
pagi yang selalu datang dengan hembusan geliat harapan dan kedamaian. Kecupan hangat
mentari yang membangunkan saraf semangat. Sesosok wajah cantik putih, berbalut
pajama dengan rambut ter-acak oleh bantal. Gadis itu bergegas ke kamar kecil
dan menggosok giginya dengan tangan kiri memegang HP nya. “Sudah waktunya.”
Reika bergumam lirih. “Apa pertemuan itu akan baik-baik saja?” Reika mendesah
dan meninggalkan HP nya di suatu tempat kemudian segera membersihkan dirinya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Waka
menggeletakkan ponselnya di atas meja. “Mana dia njir, ngajak ketemuan tapi
lama banget.” Dengan kesal, ia menghembuskan nafas nya. Menghirup aroma coffee
yang sedang disajikan pelayan café tersebut, tanpa sengaja melirik Shiraishi
yang kebetulan ada di café itu juga. “Eh.. dia juga disini, samperin ah.” Waka tersenyum
diam-diam dan beranjak dari bangkunya
“Hei
!”
“Hey,
eh… wa-- waka” jawab shiraishi gugup
Terlalu
panjang untuk menceritakan semuanya, shiraishi jatuh cinta dengan waka entah
sejak kapan lama nya yang tidak diketahui siapa-pun dan merahasiakan nya
sendiri. Yah, waka dan shiraishi adalah sahabat kecil yang sama-sama akhirnya
memutuskan untuk bergabung di Nogizaka.
“Kamu
ngapain disini?” menghampirinya dengan kemudian duduk disamping shiraishi. “Ennn…
enn aku di ajak Ikuta kesini. Kalau kamu?”
nggghh waka deket banget…. dalam hati
“Loh,
Aku juga nungguin Ikuta katanya ngajak ketemuan tapi ga tau dia dimana. Hmm..
gitu ya yaudah nunggu bareng aja, Kamu mau mesen apa?” melihat daftar menu yang
dipegang shiraishi.
Ikuta
melangkah santai dan terdiam melihat kedekatan shiraishi dan waka. Dengan
reflek tangan kanan nya mengambil HP yang berada di saku kanan nya. CEKREKK.
“Sudah
kuduga, kalau mereka dipertemukan pasti bakal deket gini.” Sambil ketawa kecil
dalam hati. Tanpa basa-basi ia mengirim foto barusan ke Reika.
HP reika pun
berbunyi tanda pesan masuk
Reika yang
sedang mengeringkan rambut nya yang basah berlari kecil dari kamar mandi dan
mengambil HP nya. Yang dia kira adalah pesan waka ternyata Ikuta
Ikuta sent you a photo
Reika pun
membuka nya dan betapa kaget nya ia melihat waka dan shiraishi di Café itu
berduaan saja.
Eh ini maksudnya apa. Bukannya kamu
yang mau ketemu waka?. Ketik reika
Engga, bukan
aku yang mau ketemu sebenernya tapi shiraishi . Bohong Ikuta
Badan reika pun sekejap memanas,
gemetaran.
Hhhh, pulang
aja deh lama banget nih Ikuta. Berani-berani nya nipu gue. Gumam waka
“Shiraishi aku pulang dulu ya, kamu
ga pulang? Mau pulang bareng?” ajak waka
“Eh.. eh…. Ga ngerepotin?”
“Engga lah, kan
kamu sahabat ku. Tapi maaf aja pake sepeda hahaha”
Shiraishi pun
di gonceng waka untuk pertama kali nya.
“Pegang yang
erat ya.”
“enn…” saut
shiraishi pelan dan memegang baju waka tepat nya di pinggang nya.
Pucuk-pucuk
pohon sakura melambai. Debu-debu tipis menyapu wajah bersamaan dengan hadirnya
sang angin. Reranting pepohonan riuh dihinggapi camar-camar yang tengah
menikmati cahaya mentari
Aku akan selalu di sampingmu, seperti
permintaanmu sepuluh tahun lalu.
Shiraishi mengeratkan tangannya pada baju waka. Ada ruang kosong di hati
Shiraishi. Ia merindukan seseorang dari masa lalu untuk mengisinya. Sosok itu
adalah sosok yang telah mengubah alur hidupnya, yang telah menggoreskan
warna-warni pelangi cinta dalam hidupnya.
To be continued
?

thanks for updating!:)
BalasHapushahaha... ikuta di antagonis role~ dan yak, sepertinya konflik dimulai:D
di tunggu update selanjutnya!
terima kasih banyak udah nunggu :'3
BalasHapusAlhamdulillah baru sempet baca lol
BalasHapusokay~ disini reika udah mulai memanas wkkkkk
btw ko aku ga bisa ngebayangin waka x maiyan :'V kepikiran yaoi terus kalo ngebayangin mereka hahahha 😂🔫
Okedahh~ lanjut ke chap berikutnya :v