Senin, 20 Juni 2016

Rainbow of Love Part 2


Sebuah pagi yang selalu datang dengan hembusan geliat harapan dan kedamaian. Kecupan hangat mentari yang membangunkan saraf semangat. Sesosok wajah cantik putih, berbalut pajama dengan rambut ter-acak oleh bantal. Gadis itu bergegas ke kamar kecil dan menggosok giginya dengan tangan kiri memegang HP nya. “Sudah waktunya.” Reika bergumam lirih. “Apa pertemuan itu akan baik-baik saja?” Reika mendesah dan meninggalkan HP nya di suatu tempat kemudian segera membersihkan dirinya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Waka menggeletakkan ponselnya di atas meja. “Mana dia njir, ngajak ketemuan tapi lama banget.” Dengan kesal, ia menghembuskan nafas nya. Menghirup aroma coffee yang sedang disajikan pelayan café tersebut, tanpa sengaja melirik Shiraishi yang kebetulan ada di café itu juga. “Eh.. dia juga disini, samperin ah.” Waka tersenyum diam-diam dan beranjak dari bangkunya
“Hei !”
“Hey, eh… wa-- waka” jawab shiraishi gugup

Terlalu panjang untuk menceritakan semuanya, shiraishi jatuh cinta dengan waka entah sejak kapan lama nya yang tidak diketahui siapa-pun dan merahasiakan nya sendiri. Yah, waka dan shiraishi adalah sahabat kecil yang sama-sama akhirnya memutuskan untuk bergabung di Nogizaka.
“Kamu ngapain disini?” menghampirinya dengan kemudian duduk disamping shiraishi. “Ennn… enn aku di ajak Ikuta kesini. Kalau kamu?”
nggghh waka deket banget…. dalam hati
“Loh, Aku juga nungguin Ikuta katanya ngajak ketemuan tapi ga tau dia dimana. Hmm.. gitu ya yaudah nunggu bareng aja, Kamu mau mesen apa?” melihat daftar menu yang dipegang shiraishi.

Ikuta melangkah santai dan terdiam melihat kedekatan shiraishi dan waka. Dengan reflek tangan kanan nya mengambil HP yang berada di saku kanan nya. CEKREKK.
“Sudah kuduga, kalau mereka dipertemukan pasti bakal deket gini.” Sambil ketawa kecil dalam hati. Tanpa basa-basi ia mengirim foto barusan ke Reika.

HP reika pun berbunyi tanda pesan masuk

Reika yang sedang mengeringkan rambut nya yang basah berlari kecil dari kamar mandi dan mengambil HP nya. Yang dia kira adalah pesan waka ternyata Ikuta

Ikuta sent you a photo

Reika pun membuka nya dan betapa kaget nya ia melihat waka dan shiraishi di Café itu berduaan saja.
            Eh ini maksudnya apa. Bukannya kamu yang mau ketemu waka?. Ketik reika
Engga, bukan aku yang mau ketemu sebenernya tapi shiraishi . Bohong Ikuta
            Badan reika pun sekejap memanas, gemetaran.

Hhhh, pulang aja deh lama banget nih Ikuta. Berani-berani nya nipu gue. Gumam waka
            “Shiraishi aku pulang dulu ya, kamu ga pulang? Mau pulang bareng?” ajak waka
“Eh.. eh…. Ga ngerepotin?”
“Engga lah, kan kamu sahabat ku. Tapi maaf aja pake sepeda hahaha”
Shiraishi pun di gonceng waka untuk pertama kali nya.
“Pegang yang erat ya.”
“enn…” saut shiraishi pelan dan memegang baju waka tepat nya di pinggang nya.

Pucuk-pucuk pohon sakura melambai. Debu-debu tipis menyapu wajah bersamaan dengan hadirnya sang angin. Reranting pepohonan riuh dihinggapi camar-camar yang tengah menikmati cahaya mentari

Aku akan selalu di sampingmu, seperti permintaanmu sepuluh tahun lalu. Shiraishi mengeratkan tangannya pada baju waka. Ada ruang kosong di hati Shiraishi. Ia merindukan seseorang dari masa lalu untuk mengisinya. Sosok itu adalah sosok yang telah mengubah alur hidupnya, yang telah menggoreskan warna-warni pelangi cinta dalam hidupnya.





To be continued ?

3 komentar:

  1. thanks for updating!:)
    hahaha... ikuta di antagonis role~ dan yak, sepertinya konflik dimulai:D
    di tunggu update selanjutnya!

    BalasHapus
  2. terima kasih banyak udah nunggu :'3

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah baru sempet baca lol
    okay~ disini reika udah mulai memanas wkkkkk
    btw ko aku ga bisa ngebayangin waka x maiyan :'V kepikiran yaoi terus kalo ngebayangin mereka hahahha 😂🔫

    Okedahh~ lanjut ke chap berikutnya :v

    BalasHapus