Sesosok wanita berambut panjang nan halus itu berjalan
mengiringi lorong perpustakaan mencari buku yang sedang dicarinya. Setelah
berkeliling begitu lama. Akhirnya ia berhenti di lorong dimana ia menemukan
buku yang dicarinya. Tangannya menghampiri buku tersebut. TAPP . Tangan yang halus itu bersentuhan dengan tangan orang lain
yang memiliki tujuan yang sama dengannya yaitu mengambil buku yang di incarnya.
“Wa---wakatsuki-senpai..”
Aku tidak menyangkanya. Aku selalu berhati-hati untuk
melihatnya dari jarak jauh. Aku sudah memerhatikan nya selama 3 tahun di
sekolah. Selama ini aku selalu menyembunyikan semuanya dalam hati ku. Saat
senpai berada tepat di depan ku. Perasaan ku mengalir seperti air terjun,
begitu deras di seluruh tubuh ku. Aku berusaha mati-matian untuk menahannya,
Aku suka. Aku suka.
Aku suka.
“Ah.. maaf silahkan di ambil bukunya” shiraishi
mengatakaannya dengan muka memerah dan wajah menundukkan kepala
“Kenapa kamu tahu nama ku?”
Itu adalah cerita
10 tahun yang lalu. Sejak saat itu waka dan shiraishi mulai ber-teman
hingga kini,
Di tepian malam, kala langit terasa kusam. Reika duduk di
tepi ranjang dengan wajah penuh kegelisahan. Udara malam nan dingin tak mampu
mengahalau keringat yang mengucur dari pori-pori tubuhnya. Ia masih terpikirkan
oleh situasi tadi, situasi dimana orang yang dicintainya bersama orang lain,
bukan dengan dirinya. Namun, dengan sahabatnya sendiri.
Tangannya yang mungil meraih ponsel nya yang diletakkan
di atas meja. Dengan wajah yang ragu ia menatap layar ponsel, mencari kontak
seseorang , satu-satunya tujuan ia saat ini adalah menghubungi wakatsuki.
“Arghhh…”
Ia menutupi wajah nya dengan bantal, tidak memberanikan
diri untuk menanyai waka tentang apa yang waka lakukan dengan shiraishi berdua
di café tadi pagi. Aku juga bisa , hati
nya berbisik. Dengan penuh percaya diri ia menghubungi Ikuta dan berbicara
semalaman dengannya, se akan-akan melupakan kejadian yang sudah terjadi. Ia
terhanyut dalam larutan pembicaraan Ikuta hingga tidak terasa malam pun
terlewat.
Ke-esokan hari nya..
Hari ini ada latihan untuk single baru, para member
latihan selama 3 jam penuh hingga waktu istirahat pun tiba, mereka mengambil bento yang sudah disediakan para staff.
Ada yang duduk berkelompok, menyendiri, atau pun masih fokus dengan layar ponsel
nya dengan menyimpan bento masing-masing untuk dimakan belakangan. Disaat waka
sedang mencari teman makan, ia melihat Reika dan Ikuta sedang makan bersama di
tepi tembok. Mereka sangat lengket, sudah menyatu dalam perbincangan mereka
berdua dan tidak bisa dipisahkan, saling bercanda satu-sama lain, hingga waka
tak tahan untuk melihat nya. Shiraishi menghampiri waka dengan wajah bingung, kenapa waka terdiam ? ia pun melirik pada apa yang sedang waka
lihat dengan tatapan kosong, penuh kecemburuan. Shiraishi tau situasi ini dan
dengan sigap merangkul dan meraih tangan waka agar melupakan apa yang sudah
dilihatnya. “Yuk makan bareng” gadis
itu menarik tangan waka dengan jalan perlahan dan memutuskan makan diluar
ruangan.
Di sisi lain, Reika
melihat waka bersama dengan shiraishi jalan ke luar yang memilih hanya berdua sedangkan
member yang lain semua memilih makan di dalam ruangan. Dengan mata penuh
penasaran Reika menatap pintu yang baru saja dilewati waka dan shiraishi.
“Kamu kenapa?”
“Eh… enn gapapa. Yuk lanjut makan hehehe”
Dengan senyum palsu yang ditunjukkan ke Ikuta ada rasa
menyesal ia memilih makan bersama Ikuta bukan bersama dengan waka, kini ia
malah menambah rasa sakit nya sendiri melihat waka dan shiraishi makan bersama
dan memilih memendam rasa sakit nya.
Waka duduk di kursi panjang yang berada di taman sembari
menikmati hembusan angin yang menggelitiki nya, memandang lurus kedepan.. Shiraishi
duduk di sebelahnya segera membuka bento nya, dan makan dengan sangat lahap
“Emmm.. enak banget”
“Hahaha , belepotan tuh” dengan polosnya waka mengambil setitik
nasi yang berada di ujung samping bibir shiraishi dan memakan nya
Semua terjadi begitu cepat. Hanya dalam sekejap mata, ia
membuat jantung shiraishi berdegup sangat kencang. Shiraishi mengerjapkan
matanya berkali-kali, tidak percaya apa yang waka lakukan padanya.
“ahaha… i—iya.. makasih”
15 menit kemudian..
Waka bergegas untuk kembali ke ruang latihan setelah mengisi
perutnya dengan bento yang disediakan para staff, ia pun berdiri.
Tersadar tangan nya digenggam oleh seseorang dan
merasakan kehangatan tangan yang menyelimuti tangan nya.
“Shiraishi?”
“Temani aku disini sebentar saja”
Waka kembali duduk dan menatap mata nya dengan penuh
kecemasan. “Kamu sakit? Kamu kenapa?”
Shiraishi tidak menjawab nya dengan kata-kata namun ia
tiba-tiba memeluk waka dengan erat, sangat erat. Aku takut kehilangan. Waka hanya membalas pelukan shiraishi tanpa
tau apa alasan dibalik Shiraishi memeluknya.
Staff pun memanggil semua member untuk latihan kembali
“Loh waka sama shiraishi dimana?”
“Aku.. aku.. tau mereka dimana, biar aku yang panggil”
sahut Reika
Reika berlari dimana Waka dan Shiraishi berada.
Dan betapa terkejut nya ia melihat momen romantis Waka
dan Shiraishi…
Ia pun melangkahkan kakinya, mundur selangkah….
Dua langkah….
Tiga langkah…
Ia berlari meninggalkan Waka dan Shiraishi dengan air mata yang sudah meluap.
To be continued ?

terima kasih telah di update :)
BalasHapusdi tunggu part 4 nya
akhirnya update juga min.. makasih udah dilanjutin😊 ditunggu part 4 nya
BalasHapusOh my god 😯 kasian reika😭 di chapt 4 tetep aja aku belom bisa ngepair waka x maiyan :'V mungkin kalo di next chap ditambahin beberapa flashback indah wakamai , hatiku bisa menerima mereka lol 😂🔫
BalasHapusdisini karakter wkr samasama nyebelin dan ga peka nya.. padahal samasama suka tp belom berani nyatain.. ah elaaaa kelamaan XD
udah ah kebanyakan bacod😂 keep update yaa~ ditunggu next chapt nya 😉
ehh kok chapt 4 sih :'V 3 maksudnya 😂😂🔫🔫
HapusStalk ig dan kyaa~~~
BalasHapusMenemukan celotehannya mba hashi tentang wakarei mantap lanjutkan ^^
Gomenasai baru bisa mampir di blog mu, yah semoga kedepannya bisa tambah varokah hehe
Ditunggu next chapt nya mba~// saya sangat menikmatinya...